Kekangan Basisdata
1 1. Simpulkan materi tersebut secara singkat dan benar
Tujuannya :
Untukmenjaminbahwa
data yang diinputkanpadatabel-tabel data base mempunyai integritas yang terjaga, sehingga kemungkinan kesalahan
input data jauh berkurang.
Aturan-aturan yang harus dipatuhi dalam file
basis data :
- Redudansi Data : Pengulangan data
- Inkonsistensi data : Munculnya data yang tidak konsisten pada medan yang sama untuk beberapa file dengan kunci yang sama
- Data terisolasi : Program aplikasi tidak dapat mengakses data-data dari file tertentu sehingga seolah-olah ada file yang terpisah/terisolasi terhadap file yang lain dalam basis data.
- Security data : Penjagaan terhadap data dan keamanan data merupakan aspek kritis dalam basis data
- Integritas data : Berhubungan dengan kinerja sistem agar dapat melakukan kontrol atau kendali pada semua bagian sistem, sehingga sistem selalu beroperasi dalam pengendalian yang penuh.
Basis data dipandang dari 2 segi, yaitu :
- Sudut
Pemakai(user), sangat
dipengaruhi oleh privacy dan security.
- Perancang
(designer).
Seorang perancang mempunyai dua bentuk
pandangan
yang berbeda, yaitu pandangan secara
konseptual (conceptual view) dan pandangan secara
fisik (physical view).
2. Berikan 2 contoh kekangan
pada database yaitu :
a. Kekangan yang paling
sederhana dan
b. kekangan yang lain yang
lebih tidak sederhana.
Jawab :
a. Kekangan yang paling
sederhana
Terjadinya kerangkapan data dalam file siswa pada kolom SPP
File basisdata siswa
NIS
|
Nama_siswa
|
Alamat
|
SPP
|
Golongan_beasiswa
|
1234
|
Ika
|
Serpong
|
100.000
|
Gol 1
|
5678
|
Alfian
|
BSD
|
200.000
|
Gol 2
|
91011
|
Irawati
|
Tangerang
|
100.000
|
Gol 1
|
121314
|
Alwani
|
Karawaci
|
450.000
|
Gol 3
|
151617
|
Hadi
|
Depok
|
200.000
|
Gol 2
|
Kerangkapan data tersebut dapat dihidari dengan cara mengubah struktur file yaitu memecah file basisdata siswa menjadi dua file baru :
- File basisdata siswa_1 yang berisi segala sesuatu yang berhubungan dengan identitas siswa
- File Golongan yang berisikan hubungan antara SPP dengan Golongan _beasiswa
File basisdata siswa_1
NIS
|
Nama_siswa
|
Alamat
|
SPP
|
1234
|
Ika
|
Serpong
|
100.000
|
5678
|
Alfian
|
BSD
|
200.000
|
91011
|
Irawati
|
Tangerang
|
100.000
|
121314
|
Alwani
|
Karawaci
|
450.000
|
151617
|
Hadi
|
Depok
|
200.000
|
File Golongan
SPP
|
Golongan_beasiswa
|
100.000
|
Gol 1
|
200.000
|
Gol 2
|
100.000
|
Gol 1
|
450.000
|
Gol 3
|
200.000
|
Gol 2
|
b. kekangan yang lain yang lebih
tidak sederhana :
Kerangkapan data yang terjadi pada kolom Nama_siswa yang
terdapat dalam 2 file yaitu file database siswa dan file Hobby
NIS
|
Nama_siswa
|
0001
|
Ika
|
0002
|
Alfian
|
0003
|
Irawati
|
0004
|
Alwani
|
0005
|
Hadi
|
Kerangkapan data dalam beberapa file dapat
diatasi dengan menghapus kolom yang rangkap. Penghapusan dilakukan sesuai
dengan kelompok datanya (Nama_siswa merupakan kelompok data siswa yang harus
disimpan di file database siswa bukan
file database hobby
NIS
|
Nama_siswa
|
Hobby
|
0001
|
Ika
|
Baca
|
0002
|
Alfian
|
Berenang
|
0003
|
Irawati
|
Olahraga
|
0004
|
Alwani
|
Baca Koran
|
0005
|
Hadi
|
Gambar
|
Kerangkapan data dalam beberapa file dapat
diatasi dengan menghapus kolom yang rangkap. Penghapusan dilakukan sesuai
dengan kelompok datanya (Nama_siswa merupakan kelompok data siswa yang harus
disimpan di file database siswa bukan
file database hobby
NIS
|
Hobby
|
0001
|
Baca
|
0002
|
Berenang
|
0003
|
Olahraga
|
0004
|
Baca Koran
|
0005
|
Gambar
|
3. Ambil Kesimpulan dari contoh diatas.
Satu masalah yang bisa timbul dalam
basis data, adalah adanya kerangkapan data. dan dalam kedua kasus ini, dalam
kasus pertama terjadi kerangkan dibaris (record) pada satu file basis data yang
sama dan pada contoh keduan masalah lebih rumit dikarenakan terjadi kerangkapan
field pada dua file basis data yeng berbeda. dan cara menyelesaikan kasus
pertama dengan cara memecah file basis data menjadi dua file. dan pada kasus
dua terselesaikan dengan cara menghapus field yang sama dan saling digabungkan.
Comments