Aku tulis dalam diam
HARAPAN Harapan selembut angin Harapan serapuh dandelion Namun, harapan seteguh batu karang Itulah harapan Ketika yang diharapkan sirna Bagimana? Yang tahu Hanya kalbu mata dan langkah Dan TUHAN yang tak pernah berkedip Hampir saja harapan itu sirna Hampir terkubur air mata Namun, pelangi menggantinya Hingga harapan itu tetap teguh berwarna Hampir saja harapan itu mati Beku ditengah gapainya Namun, mentari memberikan hangatnya Hingga harapan itu berdiri kembali Itulah hidup Itulah harapan Kita terjatuh dan bangun kembali Hanya hati yang kuat yang bisa Hingga harapan itu bertahan dalam penantian :)