Menikah: Langkah Awal dan Perisapan Hati


“Katakanlah : “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah”, dan mereka tidak engetahui bila mereka akan dibangkitkan”
(An-Naml: 65)

Menikah merupakan keputusan terbesar seorang manusia. Dalam perkara ini, tidak bisa dengan keinginan duniawi saja namun harus dengan ilmu dan melibatkan Allah disetiap langkahnya. Sesungguhnya, hanya Allah yang tahu perkara ghaib di depan. 'Manusia hanya dapat berencana dan berusaha, namun takdir tetaplah Allah yang tahu', mungkin terdengar klasik namun hal tersebut sungguh benar adanya.


Untuk diriku sendiri, rasa takut untuk melangkah adalah hal yang menjadikan tameng agar tidak terlalu berharap dengan hal yang ghaib. Rasa takut yang menjadikan setiap doa-doa dilangitkan dan pertimbangan untuk setiap langkahnya. Karna aku tahu, ini bukan hal main-main. Hal serius yang diputuskan dengan doa dan keyakinan hati. Bukan hanya 'ingin' tapi 'dipersiapkan'. Sungguh persiapannya ini butuh energi, mental dan kesabaran. Biarlah Allah yang mengatur agar perjalanan ini berkah menuju segala niat dan rencana yang baik.

Berbicara tentang niat, menikah adalah perkara ibadah seumur hidup. Ketika memutuskan menikah, niatkan yang paling utama untuk ibadah. Contohnya, diawali dengan memilih seseorang pasangan hidup dengan syarat utama 'ibadahnya'. Lihat caranya beragama. Apa yang menjadi panduan hidupnya. Sungguh, setiap orang memiliki masa lalu yang buruk. Namun, lihatlah cara bertaubatnya. Apalagi, apabila kamu memilih seorang imam. Harus kritis dan tidak bisa 'ah dia agamanya biasa saja sama sepertiku, aku yakin dia nanti bisa berubah mengikutiku'. Benarkah dia akan berubah? atau malah kamu yang akan terwarnai olehnya?. Seorang imam harus lebih mengerti perihal agama, setidaknya memiliki pengetahuan agama yang setara dengan kita. Karna laki-laki akan menjadi seorang pemimpin rumah tangga dan he will make a big decission in every problem.

Just be careful, di zaman sekarang yang menikah adalah hal yang 'waw' dan dipertanyakan oleh setiap orang single 'kapan nikah?' Sehingga setiap orang menginginkan hal tersebut. Menginginkan menikah adalah hal yang baik karna suatu bentuk ibadah dan menyempurnakan separuh agama. Namun, banyak yang salah kaprah. Sehingga menikah menjadi ajang 'pamer' bahwa statusnya telah berganti. Padahal, kehidupan setelah menikah itulah hal yang paling penting. Sungguh menyiapkannya sangat berat. Tapi, apabila diniatkan dengan hati yang tulus dan ikhlas insyaAllah dimudahkan dan diberkahi.

Semoga, apa yang direncanakan dan diniatkan berjalan sesuai ridhaNya :)


Comments

Popular posts from this blog

I'm Lost

Verily hardship there is Ease