Aku tulis dalam diam
HARAPAN
Harapan selembut angin
Harapan serapuh dandelion
Namun, harapan seteguh batu karang
Itulah harapan
Ketika yang diharapkan sirna
Bagimana?
Yang tahu
Hanya kalbu mata dan langkah
Dan TUHAN yang tak pernah berkedip
Hampir saja harapan itu sirna
Hampir terkubur air mata
Namun, pelangi menggantinya
Hingga harapan itu tetap teguh berwarna
Hampir saja harapan itu mati
Beku ditengah gapainya
Namun, mentari memberikan hangatnya
Hingga harapan itu berdiri kembali
Itulah hidup
Itulah harapan
Kita terjatuh dan bangun kembali
Hanya hati yang kuat yang bisa

Comments