Posts

Showing posts from January, 2017

Karna Kau

"Aku kira, setiap penulis yang jujur, akhir-kelaknya akan kecewa dan dikecewakan." 
— Pramoedya Ananta Toer (Child of All Nations)

Langkah ini pernah kecewa. Beberapa kali. Kau tahu langkah mana yang paling menyakitkan? Tertusuk prinsip dan tertusuk sesuatu yang paling kubenci. Lebih baik menunggu sekian tahun dibanding langkah penuh kebencian. Ditambah kau tak menoleh salah sedikitpun. Kemungkinan terlalu banyak tertawa hingga hati mati atau hal itu yang membuat keras hati. Yang mana? Cukup.

Malam dan Pantai

Malam dan Pantai. Sekedar membayangkan saja sudah membuat hati terkoyak terbawa angin imajinasi. Berjalan diantara kekayuan dan pasir disela jari jemari. Angin yang tak pernah ragu untuk menusuk kulit menambah dingin yang sadis. Berjalan menunduk untuk mengurangi terpaan angin dan menengadah ketika menghentikan langkah. Aku tak sendiri. Ombak, angin, bintang, rembulan dan semilir suara kapal yang terkadang terdengar cukup untuk menemani hati yang mengambang penuh kesakitan. Biarkan dahulu aku menetap di pantai sebelum kembali kelautan. Tolong gulung kembali ketika pagi memeluk bumi.
“karena ombak tak pernah berencana untuk menetap di pantai, ia selalu kembali bergulung ke lautan” 
― Jia EffendiePerkara Mengirim Senja

Aku hanya berjalan sebentar, karna malam dan pantai hal yang paling menyejukan ketika susana tenang terasa hilang. Berjalan disela pasir halus yang memeluk jemari kaki, angin yang kuhirup lekat hingga kuhembuskan perlahan, mata yang berbinar karna ketenangan ini Dia yang…