Hendaklah Berkata yang BAIK atau DIAM


Tak semua..
Tak seluruhnya kuceritakan tentang diriku. Ada hal-hal yang aku anggap orang lain tak mengerti akan diriku. Atau aku bercerita namun mereka mengabaikan. Ya seperti itulah terkadang orang yang kamu percaya menanggapi yang seindah harapanmu. 'Harapan' ya seperti itulah pahitnya berharap. Hanya bersimpuh kepadaNya engkau akan puas bercerita. Hingga air mata tidak sekedar di pelupuk mata. Dan tak jarang hingga menyentuh dada.
Ketika harimaumu meluap luap, rasanya sangat ingin mengeluarkan tusukan. Namun, semakin kesini aku semakin sadar. Bahwa tusuka bukanlah hal yang membangunkan. Diam... Sepertinya itu merupakan solusi terbaik.

Seperti itu..

Cerlingan cahaya dalam kalbu
Menguningkan kalbu sedemikian rupa
Sehingga lupa akan warna hitam
Lupa sama sekali

Dan...
Ternyata keesokan harinya berganti
Cahaya berganti menjadi api
Dan kali ini kian lupa
Lupa akan air
Hingga akhirnya air mata yang tumpah

Ternyata mencintai sedemikian sabarnya
Sampai tak mengerti
Rasanya jiwa ini terasa akan tumpah
Jiwa yang sabar akan rasa sedih
Namun, cahaya itu selalu ada
Ntah kecil dan besar ataupun sedang
Pernah.... terasa kerdil. Kerdil sekali
Hingga cahaya itu memaksa menembus jiwa kembali
Oh.. ternyata seperti itu
Cerita tentang cahaya alias 'cinta'



- Ika Nurmala, Di waktu ini -

Aku BENCI Kebohongan



Persahabatan tidak akan ada kata 'melukai hingga berdarah darah'. Segores namun tak dalam itu wajar, karena pada dasarnya manusia tak pernah luput dari kesalahan. Luka goresan akan kering dan hilang begitu saja. Kesalahan, kebohongan, dan membuat pedang diam diam lambat laun akan termaafkan dan bahkan masa bodoh. Namun, ibarat luka yang dalam pasti akan sembuh dan kering. Tapi ingat, bekas luka akan sangat sulit hilang yang diibaratkan dengan kenyataan seperti rasa 'kecewa'. Lambat laun, daun persahabatan kering hingga pohonpun tahu ada yang pantas untuk digugurkan agar tidak menyakitinya. Namun tetap, batang memegang erat daun tersebut agar tid.ak jatuh. Itulah ada hal yang patut untuk di pegang 'tali silaturahmi'.
Aku tak pernah bilang bahwa aku 'sempurna', aku masih jauh dari kata itu. Namun, aku sangat benci dengan kebohongan apalagi membuat drama sinetron yang tak kunjung usai episodenya. Maaf, mungkin banyak kata ataupun perilaku tak berkenan di hati. Sehingga perjalanan hidup terus berpaling.
Air mata...

up