Notitle









Every problem will solved!
Ya! I can :)






Ketika seseorang yang paling di inginkan ada disini karna terlalu banyak masalah yang dihadapi gue, tapi orang tersebut pun sedang dilanda masalah yang sama.

Giving and Being

That's about it!
Giving and Being!
Not about having and getting.

Mungkin saya sendiri lebih ke 'Giving', biar sisanya Allah yang memutuskan. Tapi........ kodrat manusia itu 'berharap', sering kali saya salah menempatkan hal tersebut. Berharap pada hal yang salah contohnya manusia. Ya! Semua orang pasti pernah merasakan. Padahal, tempat berharap yang benar yaitu 'Allah SWT' sang Maha Adil dan tak pernah penyakiti. Memang setiap manusia itu tidak bisa diharapkan, karna manusia tak ada yang sempurna. Selalu mempunyai kesalahan.

Ketika kita berharap dengan manusia, lalu kecewa dan sakit hati. Itulah resikonya. Apa yang menjadi pengontrol harapan dan rasa marah tersebut? Yaitu rasa toleransi, sabar, dan mengerti yang ada di dalam diri kita masing-masing. Dan selalu ingat, tempat harapan yang benar yaitu Allah sang Maha Penyayang. Berharap kepadaNya menumbuhkan energi yang luar biasa. Walaupun menuju hal itu harus menjadi orang yang sedikit 'masa bodo' dengan perlakuan manusia terhadap kita.

Kenapa ya saya menulis tentang berharap? Karna sering sekali kecewa dengan manusia dan melakukan kesalahan yaitu berharap dengan manusia. Siapa? Pacar yaaaa? :D hahahaha iya itu termasuk. Keluarga dan teman pun termasuk. Ketika tangis kecewa, kesedihan karna menganggap seseorang tak bisa diharapkan itulah hasil berharap. Yang orang bilang PHP! Pemberi harapan palsu. Karna saya tipikal manusia yang perfeksionis dan berharap rencana yang saya buat berjalan semestinya. Padahal kenyataannya, tidak semua bisa menerima. Sikap legowo yang dapat menyeimbagi dari rasa kecewa tersebut.

Bagaimana dengan seseorang yang sudah diperlakukan dengan baik oleh kita? Namun, dia tetap menyakiti? Cuek. Tidak peduli. Perhatianpun hanya terkadang dan malah sama sekali hilang. Padahal rindu akan hal tersebut. Sakit, ya! memang :')
Tapi kembali lagi, kita bersikap baik tujuannya untuk apa. Diniatkan untuk berharap orang tsb balas budi, atau berharap karna pahala Allah SWT?
Kembali pada hati ini yang terlalu lunak untuk diteteskan air mata. Apalagi ditusuk pedang dari seseorang yang memberi harapan. Yaa! Berusaha jadikan pedang itu memantul kembali ke orang tsb namun ganti pedang itu menjadi suatu kekonsistenan pada orang yang memberinya. Diri kita? cukup tidak berharap. Senyum dan Pasrah dengan keputusanNya :)

Semangaaaaaaat!!!!!!!!!!

up