Kerontang



Berjalan menyusuri jejak kerontang
Bimbang dengan dedaunan yang kering
Hingga daun kering itu
Terpatahkan satu per satu

Aku mulai kerontang
Air penyejuk kalbu
Aku mulai tak merasakan
Hingga rasa kering seketika

Berjalan rapuh menyusuri jalan
Kerontang lunglai dengan isak tangis
Bimbang tak terdefinisi
Kenangan yang sungguh pahit
Rasanya, aku ingin lupa ingatan
Kenangan terlalu menusukku
Aku tak ingin pergi kesana
Namun bias bayangnya selalu berkelibat

0 komentar:


up