Kerontang



Berjalan menyusuri jejak kerontang
Bimbang dengan dedaunan yang kering
Hingga daun kering itu
Terpatahkan satu per satu

Aku mulai kerontang
Air penyejuk kalbu
Aku mulai tak merasakan
Hingga rasa kering seketika

Berjalan rapuh menyusuri jalan
Kerontang lunglai dengan isak tangis
Bimbang tak terdefinisi
Kenangan yang sungguh pahit
Rasanya, aku ingin lupa ingatan
Kenangan terlalu menusukku
Aku tak ingin pergi kesana
Namun bias bayangnya selalu berkelibat

Menorehkan Kata



Menorehkan kata
Itulah kataku
Sekedar bersenda gurau
Dengan kata yang tersimpan dalam kalbu

Tak terdefisini
Hanyak bergejolah berbagai rasa
Ingin menangis
Namun, aku tak bisa

Aku disini tanpa bahasa
Menanti kata katamu yang menyejukan
Setidaknya menoleh kepadaku
Namun, hal mustahil
Tersisa hanya aku seorang diri

Bahasa kalbu semakin bergejolak
Aku ingin ini
Aku ingin itu
Terikat dengan rasa kecewa
Namun, tetap teguh rasa

up