Bunga Cinta

Ketika angin menyentuh dengan lembutnya
Saat itu juga bunga cinta berguguran
Dan kupetik dengan ramah
Dengan senyum merekah merah delima

Tapi aku tau
Setiap kuambil 1 kelopak
Aku akan terus mengambilnya
Dan ketika itu habis?
Aku hanyalah mengambil durinya

Segores Tinta Transparan

Aku tau tinta itu selalu hitam
Apabila kugores, tinta itu terlihat
Namun, Kali ini
Tinta yang kumiliki selalu tak terlihat

Goresannya bak air murni
Tenang, Suci, transparant
Cobalah membacanya sesekali
Apa yang kau lihat?
Aku rasa kau hanya melihat bayangmu
Kemana tinta itu?
Kemana goresan suci itu?
Ah kau tak akan melihatnya

Terkadang,
Tinta itu kugores bak hembusan angin
Tenang..
Indah..
Tetap Indah..

Terkadang,
Kugores dengan senyum
Dengan rasa khawatir
Atau air mata bergandengan dengan senyum

Dan ternyata,
Tinta itu hanya Allah yang tahu
Tahu isi dan getarannya
Dalam sujud, aku menumpahkan tinta itu
Di hadapanNya, aku gores perlahan tinta itu

up