Aku tulis dalam diam



HARAPAN


Harapan selembut angin
Harapan serapuh dandelion
Namun, harapan seteguh batu karang
Itulah harapan

Ketika yang diharapkan sirna
Bagimana?
Yang tahu
Hanya kalbu mata dan langkah
Dan TUHAN yang tak pernah berkedip

Hampir saja harapan itu sirna
Hampir terkubur air mata
Namun, pelangi menggantinya
Hingga harapan itu tetap teguh berwarna

Hampir saja harapan itu mati
Beku ditengah gapainya
Namun, mentari memberikan hangatnya
Hingga harapan itu berdiri kembali

Itulah hidup
Itulah harapan
Kita terjatuh dan bangun kembali
Hanya hati yang kuat yang bisa
Hingga harapan itu bertahan dalam penantian :)

0 komentar:


up