Mungkin Ini Seperti Cerita. Cerita Hati yang Sekelibat Datang

    Hal yang tak biasa akan menjadi biasa apabila hal yang tak biasa tersebut dilakukan terlalu sering. Terkadang aku iri dengan orang lain yang diberi bunga ataupun coklat ketika air matanya jatuh. Akupun iri dengan kebaikan laki-laki yang dimilikinya. Dijemput atau diantar ke tempat yang ia inginkan. Mungkin mereka seperti semut yang selalu bergandengan dengan kelompoknya yang tak terpisahkan.
    Ketika air mataku jatuh, aku tak pernah diberi sesuatu olehnya agar air mata ini berhenti mengalir. Saat aku menangis, ia bilang "Kamu cengeng banget". Dan akupun seperti salah memilih seseorang untuk hidupku.
Ketika aku marah, terkadang ia hanya terdiam dan tak jarang ikut dalam api kemarahanku. Kapan ia menjadi air untukku?
Ketika aku meminta tolong belikan sesuatu saat aku kelaparan, ia pun tak membelikannya.
Ketika aku mengirim beberapa mention di twitter, tulisanku pun mustahil dibalasnya.
Ketika aku ditumpuki beberapa masalah, aku bercerita dengannya. Namun, ia berkata bahwa tidak suka dengan orang yang sering mengeluh.
Aku lelah dengan semuanya. Dan tak jarang aku ingin meninggalkannya sejenak. Laki-laki cuek seperti itu apa gunanya untuk hidupku. Aku lelah dibuatnya.
      Dibalik semua itu, aku perlahan memahami arti tersirat dari sikapnya. Dari sikapnya yang tak memanjakanku, aku belajar menjadi perempuan tangguh yang tidak cengeng. Ketika air mataku jatuh, ia memarahiku. Dari situ aku belajar kekuatan untuk menahan air mataku jatuh. Aku belajar jadi perempuan kuat yang bisa menghadapi segala tangis hati dan kesakit hatian. Ketika aku marah, aku belajar lebih sabar dan mengendalikan emosi. Dan aku juga belajar bagaimana mengontrol emosi ketika ia sedang lelah karna tugas-tugasnya. Ketika aku kelaparan dan ia tidak peduli dengan perutku, aku sedang diajari mandiri. Aku lebih berpikir bagaimana aku mendapatkan makan, bukan bagaimana aku mendapatkan perhatiannya dan bagaimana ia membelikanku makan agar peduli dengan keadaan perutku. Ketika aku mengirimkan mention di twitter dan ia tidak membalasnya, aku belajar bagaimana menjaga hubungan kami. Hubungan kami tidak perlu diumbar-umbar. Cukup kami yang tahu, cukup kami yang saling tahu akan kata-kata dialog manis yang sering kami kirim lewat sms. Sungguh bahagianya memiliki lelaki tangguh sepertinya. Memberiku berbagai inspirasi dan mengajariku menjadi wanita kuat dan tangguh.
    Dan satu lagi. Dia tidak romantis. Malahan sangat tidak romantis. Namun, terkadang ia berusaha untuk menjadi romantis dan terkadang ia sesekali romantis. Mengirimkan kata yang manis, memberiku barang walaupun kecil, memberiku kekhawatiran yang manis :’) hal itu yang kumaksud. Hal romantis yang kita inginkan apabila dilakukan dengannya terlalu sering akan bosan dan biasa saja seiring waktu. Apabila jarang dan sangat jarang dilakukannya, kita akan merindukan saat saat itu. Dan kita akan menunggu saat saat itu kembali terjadi :’)

Tetaplah menjadi lentera hidupku dan menjadi pencerah masa depanku J

0 komentar:


up