My Sadness :')


Ku berjalan dengan pengharapan
Dengan senyum terluka
Dengan kesedihan yang tak terdefinisi
Dengan tawa tangisan
Andai kamu itu peramal
Andai kamu seorang psikolog hebat
Mungkin kau sudah membaca goresanku



Haaah... Itu hanya mimpiku saja. Impossible!
Kenyataannya, kau tak pernah menjadi peramal itu. Kau tak pernah menjadi psikolog hebat yang bisa membaca wajah penuh senyum ini. Senyum... senyum untuk menyemangatiku saja.
Seberlebihan itukah kehidupanku?
'Love Is Blind' quote itu memang kurang masuk akal. Tapi percayalah, kau akan mengalaminya. Cinta itu bisa membuat hal yang tak mungkin kita kerjakan, bisa jadi 'mungkin'. Cinta itu gila sebenarnya.

Aku lupa sudah berapa lama menunggu disini. Menunggu? Ya! Menunggu untuk sebuah pelukan kasih sayang dari 'dia'. Kasih sayang tanpa 'tapi' dan 'terkecuali'. Kasih sayang 'tulus'. Mungkin dia tak pernah mempercayaiku lagi setelah kejadian bulan Desember lalu. Aku melakukan kebodohan yang benar-benar fatal. Sesalahlah itu aku?
Sejujurnya dia yang terlalu cuek terhadapku. Satu berbanding seribu dari wanita yang ikhlas dibiarkan begitu saja dengan orang yang disayanginya. Mungkin NOL banding seribu. Bukan berarti mantanku yang berinisial 'I' itu pelampiasanku.  Dia terlalu baik untuk aku bohongi, bahwa aku mengagumi kebaikan dan ketulusannya bukan menyayanginya. Hatiku lebih memilih dia untuk menyayanginya, tulus.

Dan sekarang, setelah pena itu berhenti menggoreskan tintanya di dalam kertas perjalanan kita. Aku tersadar, mengapa dahulu saat kau memutuskan untuk menghentikan semuanya aku hanya bisa menyetujuinya? Mengapa aku tak mencobanya lagi? Aku menyesal. Sebenernya, saat itu aku sangat ingin memelukmu seerat-eratnya agar kau tak pergi. Tapi, itu semua sudah berlalu.

Dan sekarang, setelah pena itu terhenti. Hanya tersisa foto kenangan-kenangan indah dan pahit saat aku dan dia bersama, foto yang hanya terbayang dalam kalbu. Foto yang tak bisa dilihat orang lain. Namun, untukku itu semua nyata! Aku ingat hampir semuanya. Dari lagu kenangan kita, janji-janji palsumu, kata-kata setiamu, tempat canda tawa kita saat bersama, senyummu, tawamu, kesedihanmu, masalah-masalahmu yang hingga saat ini aku tak bisa lebih baik meembantu menyelesaikannya dibanding teman-temanmu, kebaikanmu, pasangan boneka tazmania kita berdua, guling happy cow pemberianmu yang hingga saat ini kupeluk erat dan kusayangi, aku ingat itu!
Dan..... setelah pena itu terhenti, aku harus membakar semua foto-foto kenangan itu dalam kalbuku. Apa aku sanggup membakar kenangan indah itu? Ya! Aku HARUS sanggup.









Comments

Popular posts from this blog

Fungsi Agama dalam Kehidupan Modern

It's my 18'th Birthday

Kekangan Basisdata