Pangeran Kegelapan Telah Kembali!

Judul Novel : Harry Potter and the Half Blood Prince ( Harry Potter dan Pangeran
Berdarah Campuran )
Penulis : J.K Rowling
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama, JL. Palmerah Barat 33-37 Jakarta,
Cetakan pertama Januari 2006
Tebal : 816 halaman
Harga : Rp 150.000,00

J.K Rowling dengan luar biasa telah mengarang 5 novel seri Harry Potter sebelumnya. Kini ia mengarang kembali novel fiksi tersebut. Dan seri ke-enam ini tidak jauh beda dengan yang sebelumnya. Masih membicarakan seorang anak laki-laki yang selamat dari kutukan maut yang di karenakan kebesaran cinta orang tuanya.

Novel ini bercerita tentang kisah Harry Potter yang kini telah berusia 16 tahun, dan bersiap untuk menghadapi berbagai peristiwa yang dapat mengubah hidupnya. Termasuk mengikuti kelas “apparate” (semacam teleport, berpindah ke tempat lain dengan cepat) dan kelas ramuan sebagai persiapan untuk menghadapi pilihan karirnya, yaitu Auror (Orang yang bertugas memerangi sihir hitam). Seiring dengan berjalannya waktu, Harry dan teman-temannya pun mulai merasakan keindahan masa muda, termasuk dengan berbagai kisah cinta yang bersemi di antara mereka.

Keadaan inilah yang menjadi unsur pokok penciptaan suasana dan bergerak kepada keseluruhan cerita. Karya J.K Rowling yang ke-enam ini mendapat banyak pujian bagi para pembaca novel Harry Potter and The Half Blood Prince di seluruh dunia. Dari jalan cerita dan keseluruhan cerita memang sangat menarik. Oleh karena itu, J.K Rowling memperoleh kesempatan untuk mempublikasikan karyanya yang ke-enam ini kepada masyarakat dunia.

Novel di buka dengan pemaparan menarik mengenai kunjungan prof. Fudge dari kementrian sihir ke tempat kementrian para muggle. Kunjungan tersebut dikarenakan banyak kejadian aneh di wilayah daerah para muggle. Dari kejadian angin ribut di West Country hingga pembunuhan yang disebabkan oleh ulah para pelahap maut sebagai pengikut pangeran kegelapan atau Voldemort. “Jadi saya rasa Anda akan membreri tahu saya dia menyebabkan angin ribut di West Country juga?” kata Perdana Menteri (hlm. 24).

Sementara di dunia sihir, kepanikan melanda dimana-mana yang di karenakan pangeran kegelapan atau Voldemort telah bangkit kembali. Sehingga ia dan para pelahap maut membuat onar di mana-mana. “Begini, dalam segala kepanikan menghadapi Kau-Tahu-Siapa, barang-barang aneh bermunculan dan di jual dimana-mana, barang yang katanya bisa melindungimu dari Kau-Tahu-Siapa dan para pelahap maut. Kau bisa membayangkan barang-barang seperti apa---seperti yang disebut ramuan pelindung yang hanyalah kuah daging dengan sedikit nanah Bubotubber, atau petunjuk-petunjuk mantra pertahanan yang malah membuat telingamu lepas... “ (hlm. 112)

Akan tetapi di sinilah J.K Rowling meramu masalahnya. Harry Potter sangat bingung dengan situasi seperti ini. Voldemort telah kembali, dan ia masih memendam rasa benci terhadap Harry Potter. Tetapi Harry Potter tidak terlalu terpengaruh dengan situasi seperti ini. Ia tetap menjalankan harinya seperti biasa di Hogwarts (sekolah sihir tempat Harry Potter tinggal dan mengenal lebih dalam soal sihir). Dan di tahun ini, Harry Potter dujuluki sebagai “Sang terpilih” yang dikarenakan Harry Potter beberapa kali telah menghadapi Voldemort.

Harry mengira bahwa cita-citanya untuk menjadi auror telah kandas, karena nilai ramuannya tidak mencukupi. Namun ia keliru. Tahun ini Prof. Snape tidak lagi mengajar di kelas ramuan, melainkan ia berpindah pada kelas Pertahanan terhadap Ilmu Hitam. Dan sekarang Harry manjadi murid yang paling pintar dalam kelas ramuan berkat bantuan buku Pangeran Berdarah Campuran yang ia ambil dari rak buku kelas.

Selain mengikuti kelas ramuan, Harry pun di sibukkan oleh permintaan kepala sekolahnya Albus Dumbledore yang menjanjikannya akan memberikan les privat kepada Harry Potter. Albus dan Harry mempelajari masa lalu Voldemort. Hal itu untuk mempersiapkan menghadapi Voldemort. “aku ingin memulai pelajaran privat kita hari Sabtu ini. Datanglah di kantorku pukul delapan malam. Kuharap kau menikmati hari pertamamu sekolah” begitulah isi surat yang diberikan kepada Harry dari Dumbledore. (hlm. 231). Dumbledore dan Harry juga merencanakan akan melakukan perjalanan untuk mengalahkan Voldemort. Dan mencari Horcrux milik Voldemort.

***

Pada akhirnya, setelah Harry dan Dumbledore melakukan perjalanan mencari dan mengambil horcrux pulanglah mereka ke Hogwarts. Ternyata Hogwarts pada saat itu diserang oleh para pelahap maut dan terjadilah perang besar-besaran. Saat Dumbledore kembali, ia diancam dibunuh oleh Malfoy yang waktu itu di perintah oleh Voldemort. dan Dumbledore pun mati, tetapi tidak di tangan Malfoy melainkan di tangan Prof. Snape.

Harry pun marah, dan mengejar Prof. Snape dan meluncurkan mantra dan kutukan kepada Prof. Snape. Tetapi selalu terhadang dan gagal. Dan terakhir Harry meluncurkan mantra yang ada di buku ramuan si Pangeran Berdarah Campuran “Sectum Sempra”. Tetapi tetap gagal, dan Snape berkata “berani-beraninya kau menggunakkan kutukanku untuk menyerangku Potter? Akulah yang menciptakan kutukan itu, aku si Half-Blood Prince! Pangeran Berdarah Campuran! Dan kau menggunakan ciptaanku untuk menyerangku, seperti ayahmu yang licik, ya!”. Ternyata pada akhirnya Harry Potter telah mngetahui bahwa Pangeran Berdarah Campuran pemilik buku ramuan tersebut adalah Prof. Snape.

Membaca novel ini seperti menjelajah ke dunia sihir yang penuh dengan tantangan. Peristiwa peperangan para Pelahap Maut dengan penghuni Hogwarts sangan terasa tegang dan mencekam. Novel ini mengedepankan aspek imajinatif dan daya khayal para pembaca melalui dunia yang tidak nyata. Itulah sebabnya banyak kejadian yang tidak terlalu jelas sebabnya. Meski begitu, tampak jelas penguasaan penulis dengan daya khayalnya yang tinggi sehingga bisa membuat novel ini. Bagaimanapun itu juga salah satu kelebihan.

2 komentar:

goblogging said...

Jelas dan Runtut.. Brilliant!!

my ika's blog said...

beneran ka? padahal itu pejelibet buat ngarah ke intinya loh. novelnya aaneh :D


up